Promosi Doktor Ratna Sekundariadewi Rustamajdi

Posted on 2017-07-17 11:06:56 Category : Academic
Share :

Pada hari ini, Senin tanggal Tujuh belas Bulan Juli Tahun Dua Ribu Tujuh Belas berlangsung acara Promosi Doktor Ratna Sekundariadewi Rustamajdi. Bertindak sebagai Promotor Dr. Miesje Karmiati Purwanegara, drg, SU., Sp.Ort (K) dengan Ko-Promotor Prof. Dr. M. Suharsini Soetopo, drg, S.U., Sp.KGA (K) Ketua Sidang Dr. Yosi Kusuma Eriwati, drg., M.Si. Ketua Penguji adalah Prof. drg. Armasastra Bahar, Ph.D dan Penguji lainnya Prof. Dr. Faruk Hoesin, drg, MDS, Sp.Ort (K), Prof. Dr. Ph. Hasbulah Thabrany, dr, M.PH, Dr. Eng. Wisnu Jatmiko, S.T, M.Kom dan Dr. Johan Arief Budiman, drg, Sp.Ort.

Dr. Ratna Sekundariadewi Rustamajdi, MM, Sp.Ort  merupakan lulusan Doktor ke-tujuh di Tahun 2017 dan merupakan lulusan Doktor ke-97 dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Disertasi beliau berjudul Rancang Bangun Otomatisasi Perangkat Lunak Indeks PAR (PEER ASSESSMENT RATING) Otomatis “Dua Dimensi” Sebagai Sarana Deteksi Kebutuhan Perawatan Ortodonti.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Kasus maloklusi belum tertangani seluruhnya oleh ortodontis khususnya di Indonesia. Prevalensi maloklusi di Jakarta sebesar 76,5%, di Lombok sebesar 88,58%. Perbandingan jumlah ortodontis dan jumlah penduduk di Indonesia adalah 1:592.040. Dari data insidens tersebut, dibutuhkan alat yang dapat membantu ortodontis untuk menegakkan diagnosis dan rencana perawatan. Selain itu, dibutuhkan sistem komunikasi antar ortodontis terhadap dokter gigi dan dokter gigi spesialis lainnya untuk menanggulangi maloklusi.

Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang serta membangun otomatisasi perangkat lunak penghitungan indeks PAR dengan menggunakan citra dua dimensi hasil pemindaian model studi tiga dimensi. Program tersebut diuji validitas, reliabilitas dan keterandalannya dalam mendeteksi kebutuhan perawatan ortodonti untuk memudahkan ortodontis dalam menegakkan diagnosis dan rencana perawatan.

Metode Penelitian ini dilakukan di RSKGM FKG-UI dan tiga klinik ortodontis di Jakarta, pada 110 model studi konvensional tiga dimensi sebelum dilakukan perawatan ortodonti dengan pirate cekat yang memiliki maloklusi kelas I, II dan III. Data yang digunakan diperoleh dari hasil diagnosis model studi tiga dimensi.

Hasil Perangkat lunak indeks PAR otomatis dua dimensi dapat menghitung kesebelas komponen indeks PAR dan total skor indeks PAR secara otomatis, valid, reliabel, andal dan cepat dalam penggunaannya.

Kesimpulan Perangkat lunak indeks PAR ini dapat mendeteksi kebutuhan dan evaluasi hasil perawatan ortodonti. Perangkat lunak indeks PAR otomatis dua dimensi ini diimplementasikan beberapa metode computer vision, seperti transformasi morfologis dan perhitungan geometris matematika.

Selamat kepada Dr. Ratna Sekundariadewi Rustamajdi, MM, Sp.Ort. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat  dan membuat dunia kesehatan gigi di Indonesia menjadi  lebih maju.

TOP