Sarjana Kedokteran Gigi

Gelar: Sarjana Kedokteran Gigi

Sarjana Kedokteran Gigi

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi merupakan jenjang akademik pertama yang harus ditempuh dalam proses pendidikan untuk menjadi seorang dokter gigi. Program ini dirancang untuk diselesaikan dalam waktu 7 hingga 8 semester dengan total beban studi sebanyak 145 SKS. Lulusan program ini akan memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.K.G.) dan dapat melanjutkan ke jenjang Program Pendidikan Profesi Dokter Gigi guna meraih gelar dokter gigi (drg.).

Pendidikan sarjana disusun secara sistematis dan terpadu dengan mengintegrasikan ilmu kedokteran dasar, ilmu biomedik, serta ilmu kedokteran gigi dasar. Proses pembelajaran pada program ini menggunakan pendekatan yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning), dengan metode utama Problem-Based Learning (PBL). Metode ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, serta kemampuan dalam memecahkan masalah secara mandiri sejak dini.

VISI DAN MISI

Visi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Gigi UI 

Mewujudkan Program Studi Pendidikan Dokter Gigi terkemuka, mampu bersaing di tingkat internasional dalam bidang pendidikan, penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, menuju unggulan di Asia Tenggara

Misi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Gigi UI 

  1. Menghasilkan lulusan dokter gigi yang memenuhi standar internasional, berkemampuan mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran gigi serta memperhatikan perubahan sosio-ekonomi-budaya dalam komunitas yang beragam.
  2. Menghasilkan lulusan dokter gigi yang dapat mengembangkan dan mengamalkan karya-karya penelitian dan teknologi kedokteran gigi serta mempublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional terakreditasi
  3. Menghasilkan lulusan dokter gigi yang bersikap profesional dan beretika serta mampu bersaing secara global
  4. Mewujudkan pelayanan kedokteran gigi yang berkualitas
  5. Menghasilkan lulusan dokter gigi yang mampu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

PROFIL LULUSAN

Lulusan Program Sarjana Kedokteran Gigi diharapkan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran gigi, serta memiliki kemampuan dalam menerapkan teknologi informasi dan riset dalam memahami profesi kesehatan gigi dan bidang terkait. Lulusan program ini juga dibekali keterampilan untuk melakukan simulasi pelayanan kesehatan gigi secara etis dan profesional, sebagai bekal sebelum melanjutkan ke pendidikan profesi.

Setelah menyelesaikan Program Pendidikan Profesi Dokter Gigi, lulusan diharapkan memiliki kompetensi sebagai tenaga kesehatan yang profesional, mandiri, dan beretika. Mereka diharapkan mampu menggunakan temuan ilmiah terkini dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi, serta memiliki kemampuan untuk berinovasi, memotivasi, berkomunikasi secara efektif, dan memberikan edukasi kepada individu maupun masyarakat. Selain itu, mereka juga dipersiapkan untuk dapat mengelola pelayanan kesehatan gigi primer di tingkat individu maupun komunitas.

STRATEGI PEMBELAJARAN

Strategi pembelajaran dirancang untuk mendorong mahasiswa menjadi pembelajar aktif melalui pendekatan Student-Centered Learning (SCL). Dalam pendekatan ini, mahasiswa didorong untuk mencari informasi melalui studi literatur, diskusi kelompok, serta konsultasi dengan para narasumber. Metode utama yang diterapkan adalah Problem-Based Learning (PBL), yang didukung oleh Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang terintegrasi. Pendekatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman materi secara mendalam dan meningkatkan retensi jangka panjang terhadap pengetahuan yang diperoleh.

KEGIATAN AKADEMIK

Selain kegiatan perkuliahan dan praktik klinis, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas akademik pendukung. Kegiatan tersebut antara lain meliputi seminar ilmiah, diskusi kelompok terstruktur, serta kegiatan penelitian dasar dalam bidang ilmu kedokteran gigi. Mahasiswa juga dapat mengikuti program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada praktik kesehatan gigi berbasis komunitas sebagai bagian dari upaya penguatan peran sosial dan profesionalisme sejak dini.

KURIKULUM

Kurikulum Program Sarjana Kedokteran Gigi dirancang untuk diselesaikan dalam delapan semester, dengan beban studi sebanyak 145 SKS. Kurikulum ini disusun secara terintegrasi dengan pendekatan berbasis kompetensi, mencakup pembelajaran teori, keterampilan laboratorium, praktik klinik, serta kegiatan penelitian. Pendidikan profesi dilanjutkan selama empat semester dengan total 29 SKS, dilaksanakan dalam bentuk kepaniteraan klinik terintegrasi.

Pada tahun pertama, mahasiswa akan menempuh mata kuliah pengembangan kepribadian dan keilmuan dasar, seperti PPKPT, Bahasa Inggris, MPK Agama, serta Ilmu Biomedik Dasar (IBD) 1 dan 2. Mahasiswa juga akan mempelajari Etika dan Hukum dalam Bidang Kesehatan, Komunikasi Kesehatan, Biologi Oral Dasar (BOD) beserta praktikum, serta mulai diperkenalkan dengan Praktik Klinik Dasar (PDPK) tahap 1.

Memasuki semester kedua, pembelajaran difokuskan pada MPKT, Kolaborasi dan Kerja Sama Tim Kesehatan, Pengantar Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Gigi, serta Ilmu Kedokteran Gigi Dasar (IKGD) yang dilengkapi dengan praktikum dan pelatihan keterampilan klinik. Mahasiswa juga mulai menempuh mata kuliah elektif sebagai pengayaan pengetahuan.

Pada semester ketiga dan keempat, mahasiswa mulai mendapatkan pengantar dan pelatihan keterampilan klinis melalui Ilmu Kedokteran Gigi Klinik (IKGK) 1 hingga 4, serta mata kuliah pendukung seperti Psikologi Kesehatan, Ilmu Kedokteran Klinik (IKK), Metodologi Penelitian Kesehatan, dan Pengelolaan Bencana.

Semester kelima hingga ketujuh menjadi fase lanjutan dari IKGK (5 sampai 8), disertai penguatan kemampuan statistik dan riset melalui mata kuliah Teknik Laboratorium Penunjang Penelitian, IPTEKDOKGI Mutakhir, serta Biostatistik. Mahasiswa juga akan mempelajari Ilmu Kedokteran Gigi Masyarakat dan Pencegahan (IKGMP), Forensik Kedokteran Gigi, serta mengikuti Skills Lab Praktik Klinik Komprehensif.

Pada semester akhir program sarjana, mahasiswa diwajibkan menyelesaikan tugas akhir dalam bentuk skripsi, sebagai bentuk integrasi antara kemampuan akademik dan riset yang telah diperoleh selama masa studi.

Seluruh rangkaian pendidikan dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki landasan etika dan profesionalisme yang kuat dalam menjalankan praktik kedokteran gigi di masyarakat.

SISTEM PENERIMAAN MAHASISWA

Pendaftaran dan sistem seleksi calon mahasiswa program Pendidikan Kedokteran Gigi dilaksanakan melalui:

1. Jalur undangan melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN), kuota mahasiswa yang diterima dari jalur ini meliputi 30% dari total kuota yang disediakan.

2. Jalur Ujian Tulis :

  • Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), kuota yang ditetapkan untuk SBMPTN pada saat itu adalah sebesar 70% dari kuota yang tersedia.
  • Seleksi Masuk UI (SIMAK UI) adalah ujian seleksi terpadu masuk UI, kuota penerimaan mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi FKG UI melalui jalur SIMAK UI adalah sebesar 30% dari total kuota yang tersedia dan diselenggarakan setelah SBMPTN.

3. Jalur Penerimaan Mahasiswa Asing, melalui kantor International Office Universitas Indonesia.

Biaya Pendidikan