Dr. Natalina, DDS., MDS (Konsultan Periodonsia), Ph.D. merupakan dosen di Departemen Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran (FKG UNPAD), dan meraih gelar Spesialis Periodonsia dari FKG UI. Sertifikat Konsultan diperolehnya dari Kolegium Periodonsia, kemudian beliau melanjutkan pendidikan doktoral (Ph.D.) di FKG UI.
Karier profesionalnya dimulai di Puskesmas Penajam, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, setelah lulus sebagai dokter gigi. Pada tahun 1999, beliau memulai pendidikan Spesialis Periodonsia dan setelah lulus bergabung sebagai klinisi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sejak tahun 2004, beliau aktif sebagai dosen di Departemen Periodonsia FKG UI dan menjalankan praktik di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) FKG UI.
Dalam bidang organisasi, Dr. Natalina aktif di Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Ikatan Periodontis Indonesia (IPERI), termasuk menjabat sebagai pengurus PDGI Jakarta Timur, IPERI Pusat, serta IPERI Jakarta hingga saat ini. Sejak tahun 2023, beliau juga tercatat sebagai pengurus Pengwil PDGI Jakarta. Selain itu, beliau aktif dalam Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARS-GMPI) pada periode 2017 hingga 2022, serta merupakan anggota Asian Pacific Society of Periodontology (APSP).
Di bidang akademik, beliau mengampu mata kuliah pada program pendidikan dokter gigi reguler dan program kelas internasional, pendidikan profesi dokter gigi, serta pendidikan peserta didik Spesialis Periodonsia. Beliau juga menjadi penguji program doktoral (S3) di FKG UI.
Kontribusinya dalam pengembangan kualitas pendidikan kedokteran gigi nasional diwujudkan melalui perannya dalam program Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Gigi (UKMP2DG), sebagai panel ekspert, penguji internal dan eksternal, serta penyelia pusat UKMP2DG hingga saat ini.
Bidang kepakaran dan minat penelitian beliau meliputi regenerasi jaringan periodontal, implan dental, serta keterkaitan antara penyakit periodontal, diabetes melitus, dan implan gigi. Topik-topik tersebut juga menjadi dasar dalam pengembangan riset dan pengajaran yang beliau jalankan, khususnya di bidang periodontal, implan gigi, dan diabetes. Atas pengabdiannya selama lebih dari tiga dekade, beliau dianugerahi Satyalancana Karya Satya 30 Tahun dari pemerintah Republik Indonesia.
– Text
– Text
– Text
– Text
– Text
– Text
– Text
– Text
– Text
– Text
– Text
– Text