id

Peringati Hari Anak Nasional 2026, FKG UI dan IDGAI Berikan Layanan Kesehatan Gigi bagi 200 Anak Berkebutuhan Khusus

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) bersama Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 melalui pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bagi anak berkebutuhan khusus di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (26/7). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen FKG UI dalam memperluas akses layanan kesehatan gigi dan mulut yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FKG UI, Prof. drg. Lisa Rinanda Amir, Ph.D., PBO, dan diikuti oleh sekitar 200 anak berkebutuhan khusus dari Yayasan Belantara Budaya Indonesia. Sebanyak 100 dokter gigi turut berpartisipasi sebagai relawan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, edukasi mengenai cara menjaga kebersihan gigi, serta aplikasi fluoride guna membantu mencegah terjadinya karies gigi.

Dalam sambutannya, Prof. Lisa menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang berkualitas tanpa terkecuali.

“FKG UI meyakini bahwa setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, berhak memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang berkualitas, aman, dan inklusif. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan edukasi, pemeriksaan, maupun pelayanan kesehatan gigi. Kolaborasi dengan IDGAI dan berbagai mitra menjadi wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan layanan kesehatan ramah anak yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Prof. Lisa.

Selain pemeriksaan kesehatan gigi, peserta dan pendamping juga mendapatkan edukasi mengenai teknik menyikat gigi yang benar serta pentingnya menjaga kebersihan rongga mulut. Orang tua diberikan pendampingan agar mampu membantu anak menerapkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Ketua IDGAI DKI Jakarta, Dr. Eva Fauziah, drg., Sp.KGA., Subsp.PKOfA(K), menjelaskan bahwa anak berkebutuhan khusus memerlukan perhatian khusus dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut karena sebagian di antaranya mengalami hambatan perkembangan motorik yang dapat memengaruhi kemampuan menjaga kebersihan gigi secara mandiri.

“Kepedulian ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami sebagai dokter gigi karena anak berkebutuhan khusus memiliki kecenderungan mengalami hambatan perkembangan sistem motorik. Melalui edukasi kepada orang tua, kami berharap mereka dapat mendampingi anak dalam menjaga kebersihan gigi sehingga risiko karies dapat diminimalkan,”ujarnya.

Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat Hari Anak Nasional 2026, drg. Annisa Khairani, Sp.KGA., Subsp.PKOA(K), menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara langsung kepada setiap peserta untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan gigi dan mulut mereka.

“Kami melakukan skrining secara langsung kepada setiap anak sehingga kondisi kesehatan gigi dan mulutnya dapat diketahui sejak dini. Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, anak akan dirujuk ke Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut FKG UI. Sementara itu, bagi anak dengan kondisi gigi yang baik, kami tetap memberikan edukasi agar kebiasaan menjaga kesehatan gigi dapat dipertahankan,” jelas drg. Annisa.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Ketua Yayasan Belantara Budaya Indonesia, Diah Kusumawardani Wijayanti, yang menilai bahwa program tersebut menunjukkan kepedulian berbagai pihak terhadap pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh akses layanan kesehatan yang setara.

Melalui kolaborasi antara FKG UI dan IDGAI, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, organisasi profesi, dan komunitas dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.