Promosi Doktor Tjokro Prasetyadi

Posted on 2017-07-17 11:01:56 Category : Academic
Share :

Pada hari ini, Senin tanggal Tujuh belas Bulan Juli Tahun Dua Ribu Tujuh Belas berlangsung acara Promosi Doktor Tjokro Prasetyadi. Bertindak sebagai Promotor Prof. Bambang Irawan, drg., PhD dengan Ko-Promotor Dr. Miesje Karmiati P, drg., SU., Sp.Ort (K) dan Prof. Dr. Ing. Ir. Bambang Suharno. Ketua Sidang Dr. Yosi Kusuma Eriwati, drg., M.Si. Ketua Penguji adalah Dr. Haru Setyo Anggani, drg., Sp.Ort (K) dan Penguji lainnya Dr. Yosi Kusuma Eriwati, drg., M.Si, Prof. Dr. Lindawati S.Kusdhany, drg., Sp.Pros (K), drg. Endang Winiati Bachtiar, M.Biomed, Ph.D dan Sugeng Supriadi, S.T., M.S.Eng, Ph.D.

Dr. Tjokro Prasetyadi, drg., Sp.Ort merupakan lulusan Doktor ke-enam di Tahun 2017 dan merupakan lulusan Doktor ke-96 dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Disertasi beliau berjudul “Inovasi Braket Ortodontik Stainless Steel 17-4 PH Dengan Metode Investment Casting”.

Penelitian di Jakarta oleh Sinulingga pada Tahun 2010 pada remaja usia 12-15 menunjukkan bahwa nilai kebutuhan perawatan ortodontik sebesar 91,7%, namun alat kesehatan kedokteran gigi di Indonesia lebih dari 90% masih diimpor, Oleh karena itu Kemenkes RI memiliki visi agar Indonesia menuju Negara industry alat kesehatan tangguh di tahun 2035. Braket Ortodontik merupakan salah satu media dalam perawatan ortodontik yang selama ini masih impor dan belum terdaftar di Badan Standarisasi Nasional. Braket Ortodontik dari aspek material, stainless steel yang paling banyak digunakan yaitu material stainless steel 17-4 Ph memiliki kekerasan yang paling tinggi. Klasifikasi desain braket dibagi berdasarkan luas braket, berdasarkan tipe pergerakan gigi, braket ortodontik berkembang menjadi braket dengan kombinasi slot braket berdasarkan Morfotipe Kaukasoid, sehingga tidak disesuaikan dengan karakter gigi orang Indonesia. Pembuatan braket salah satunya dapat dilakukan dengan metode investment casting. Berdasarkan pernyataan-pernyataan diatas, menjadi dasar pentingnya untuk melakukan inovasi braket ortodontik dengan material pilihan yaitu stainless steel 17-4 Ph dengan metode investment casting.

Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Aspek material dilakukan analisis komposisi dengan metode XRF dan EDX, analisis mikrostruktur dengan mikroskop metalografi, analisis kekerasan dengan Micro Vickers, analisis laju korosi dengan potensiodinamic testing dan analisis sitotoksitas dengan MTT Assay. Analisis tersebut akan dibandingkan dengan braket Synergy® (RMO, USA) dan Gemini® (3M, USA). Tahap kedua yaitu melakukan analisis aspek desain braket gigi seri pertama rahang atas yang sesuai dengan karakteristik sebgaian besar orang Indonesia yaitu morfotipe Deuteromalayid. Khusus unutk analisis stress dengan software CAD/CAM (Autodesk Invertor® 2014), analisis stress pada desain hanya membandingkan dengan braket Gemini® (3M, USA). Tahap selanjutnya melakukan analisis perbedaan aspek bentuk braket ortodontik hasil investment casting dengan Kapiler Digital, analisis friksi braket ortodontik diukur dengan Instron 5900 Tensile test.

Hasil dari penelitian ini Inovasi braket ortodontik dengan bahan stainless steel  17-4PH memiliki sifat komposisi, mikrostruktur, kekrasan, laju korosi, sitotoksitas material yang sesuai dengan AISI 17-4PH setara dengan braket impor yang beredar di pasaran. Inovasi braket ortodontik baru memiliki kekuatan wing yang lebih baik (15,89 Mpa) daripada desain braket impor kategori twin wing dalam simulasi distribusi stress (21,47 Mpa). Braket ortodontik baru memiliki friksi yang lebih rendah (1,17 g) daripada braket Synergy® (1,37 g).

Kesimpulan dari penelitian ini Inovasi braket ortodontik dengan bahan stainless steel 17-4PH dapat dibuat di Indonesia dengan sifat material dan sifat mekanik yang setara dengan braket impor yang beredar di pasaran.

Selamat kepada Dr. Tjokro Prasetyadi, drg., Sp.Ort. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat  dan membuat dunia kesehatan gigi di Indonesia menjadi  lebih maju.

TOP