Promosi Doktor Febrina Rahmayanti

Posted on 2017-07-07 11:00:53 Category : Academic
Share :

Pada hari ini, Jumat tanggal Tujuh Bulan Juli Tahun Dua Ribu Tujuh Belas berlangsung acara Promosi Doktor Febrina Rahmayanti. Bertindak sebagai Promotor Prof. Dewi Fatma Suniarti, drg., MS., Ph.D dengan Ko-Promotor Dr. Drs. Zainal Alim Mas’ud, D.E.A, dan Prof. Boy M. Bachtiar, drg., MS, Ph.D Ketua Sidang Dr. Yosi Kusuma Eriwati, drg., M.Si. Ketua Penguji adalah drg. Gus Permana, Ph.D., Sp.PM dan Penguji lainnya Prof. Dr. Purwantyastuti, dr., M.Sc., Sp.FK, Prof. Dr. Ir. Tun Tedja Irawadi, MS, Dr. Yuniardhini S. Wimardhani, drg., M.Sc.Dent dan drg. Erik Idrus, Ph.D.

 

Dr. Febrina Rahmayangti, drg., Sp.PM merupakan staf pengajar tetap di Departemen Ilmu Penyakit Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Beliau merupakan lulusan Doktor ke-empat di Tahun 2017 dan merupakan lulusan Doktor ke-94 dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

 

Disertasi beliau berjudul “Potensi Fraksi Ekstrak Etanol Kulit Garcinia mangostana-Linn sebagai Alternatif Anti-Candida albicans”.

 

Disertasi beliau berisi tentang infeksi Candida albicans merupakan infeksi oportunistik, khususnya pada penderita kompromis imun dan atau defisiensi imun. Candida albicans merupakan mikroorganisme komensal yang dapat bermorfogenesis menjadi patogen dan membentuk biofilm, suatu komunitas mikroorganisme yang juga dapat terdiri dari bakteri. Biofilm menyebabkan efikasi antifungal berkurang atau menimbulkan masalah resistensi, maka perlu dilakukan upaya pengembangan obat antifungal termasuk yang berasal dari tanaman obat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi fraksi estrak etanol kulit GML sebagai antifungal terhadap C.albicans. Metode yang digunakan kulit GML diekstraksi, kemudian di fraksinasi, dan selanjutnya dilakukan uji in vitro untuk menganalisis daya hambatnya terhadap karakter patogen model biofilm C.albicans. Fraksi terbaik, yaitu fraksi etil asetat diuji daya hambatnya terhadap sifat virulen biofilm C.albicans pada sel HaCaT dan biofilm C.albicans pada permukaan abiotik, berdasarkan analisis ekspresi EFGI dan ALS3, pengujian sitotoksisitasnya terhadap sel epitel keratinosit (sel HaCaT) dan pengujian respon imun non spesifik pejamu melalui analisis ekspresi mRNA IL-8 oleh sel HaCaT akibat diinfeksi dengan C.albicans (ATCC 10231). Uji in vivo dilakukan untuk menganalisis toksisitas akut dan dermal fraksi etil asetat menggunakan tikus Spraque-Dawley sebagai model hewan coba. Hasil dari penelitian ini tiga fraksi ekstrak etanol kulit GML mampu menghambat C.albicans sampai >50%. Ditetapkan fraksi terbaik adalah fraksi etil asetat ekstrak etanol (FEAEE) kulit GML. Paparan FEAEE kulit GML pada sel HaCaT terinfeksi C.albicans, mengakibatkan penurunan ekspresi gen EFGI dan gen ALS3 oleh C.albicans, tidak bersifat toksik terhadap sel HaCaT (p<0,05), menurunkan ekspresi gen IL-8 sel HaCaT. Uji toksisitas akut sistemik, LD50 FEAEE kulit GML>15.480mg/kg bobot badan, sedangkan LD50 uji toksisitas dermal>6880mg/kg bobot badan.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah FEAEE kulit GML memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan dan diteliti lebih lanjut agar dapat dimanfaatkan sebagai material biologi anti pembentukan biofilm C.albicans.

Selamat kepada Dr. Febrina Rahmayanti, drg., Sp.PM. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat  dan membuat dunia kesehatan gigi di Indonesia menjadi  lebih maju.

 

TOP