Promosi Doktor Chairunnisa

Posted on 2017-07-14 10:49:20 Category : Academic
Share :

Pada hari ini, Jumat tanggal Empat Belas Bulan Juli Tahun Dua Ribu Tujuh Belas berlangsung acara Promosi Doktor Chairunnisa. Bertindak sebagai Promotor Prof. drg. Iwan Tofani, Ph.D, Sp.BM(K), Ph.D dengan Ko-Promotor Prof. Dr. Lindawati S. Kusdhany, drg., Sp.Pros(K) dan Prof. Dr. Aris Sudiyanto, dr., Sp.KJ(K). Ketua Sidang Dr. Yosi Kusuma Eriwati, drg., M.Si. Ketua Penguji adalah Dr. Corputty Johan E.M., drg., Sp.BM dan Penguji lainnya Prof. Dr. Raden Irawati Ismail, dr., Sp.KJ(K), M.Epid, Dr. Joedo Prihartono, dr, MPH, drg. Anton Rahardjo, MKM, PhD, Dr. Ria Puspitawati, drg dan Aulia Iskandariyah, M.Psi, M.Sc, PhD.

Dr. Chairunnisa merupakan lulusan kelimadi Tahun 2017 dan merupakan lulusan Doktor ke-95 dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Beliau berhasil mempertahankan disertasi dengan yudisum sangat memuaskan.

Disertasi beliau berjudul “Keefektifan Hipnodontik Medik Untuk Mengurangi Kecemasan Dan Rasa Nyeri Serta Mempercepat Penyembuhan Luka Ekstraksi Gigi”

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh hipnodontik medik terhadap kecemasan dental, rasa nyeri dan penyembuhan luka ekstraksi.

Desain penelitian ini adalah Randomized Controlled Trial yang terdiri dari kelompok hipnodontik (61) dan kontrol (60). Pada penelitian ini dilakukan validasi modul hipnodontik medik dan kuesioner IDAF-4C Bahasa Indonesia. Pada subjek, dilakukan pengukuran heart rate variability (HRV) dan pengukuran nyeri menggunakan visual analog scale (VAS) sebelum tindakan ekstraksi. Setelah ekstraksi dilakukan pengukuran HRV, VAS, vascularized endotheliat growth factor (VEGF) dan luas soket. Pada control hari kelima dilakukan pengukuran VEGF, dan luas soket.

Modul hipnodontik medik memiliki face dan content validity yang baik. Kuesioner kecemasan dental IDAF-4C Bahasa Indonesia terbukti valid dan reliabel. Hipnodontik medik menurunkan kecemasan 1,44 kali (p=0,013) dan intensitas nyeri menjadi ringan pada 92% subjek (p=0,000). Pada penyembuhan luka esktraksi, penutupan soket 1,13 kali lebih cepat (p=0,017). Kadar VEGF meningkat pada setelah ekstraksi dengan perbedaan bermakna p=0,047 dan setelah kontrol hari kelima p=0,016. Ditemukan gender berpengaruh terhadap kecemasan dengan p=0,023. Penurunan rasa nyeri sampai tidak sakit dan nyeri ringan 1,41 kali laju penyembuhan lebih cepat kelompok hipnodontik medik dibandingkan kontrol.

Kesimpulan dari penelitian ini Hipnodontik medik efektif dignakan sebagai terapi tambahan menyertai perawatan kedokteran gigi unutk mengurangi kecemasan.

Selamat kepada Dr. Febrina Rahmayanti, drg., Sp.PM. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat  dan membuat dunia kesehatan gigi di Indonesia menjadi  lebih maju.

TOP