Conservative Dentistry


Ilmu Konservasi Gigi termasuk cabang ilmu yang tertua dalam bidang Kedokteran Gigi. Ilmu Konservasi Gigi sudah dikembangkan mulai abad 18 di Eropa sebagai jawaban terhadap masalah banyaknya sakit gigi yang diderita oleh masyarakat pada waktu itu. Di samping itu juga untuk mencari jawaban bagaimana mempertahankan gigi supaya pencabutan, yang ternyata tidak menyelesaikan masalah, tidak sebagai satu-satunya tindakan untuk mengurangi rasa sakit.

Mengingat peran Ilmu Konservasi yang cukup penting, beban mengajarkan Ilmu konservasi Gigi juga cukup tinggi dalam Kurikulum Fakultas Kedokteran Gigi. Jumlah total SKSnya adalah 10 SKS, terdiri dari teori, praktikum preklinik dan praktikum klinik. Mulai tahun 1992, Departemen Konservasi Gigi telah menerapkan active learning atau student-centered learning. Sejak tahun 2003 sistem pengajaran dalam ilmu Konservasi menjadi Problem Based Learning (PBL), dengan tujuan supaya mahasiswa selain aktif, juga dapat termotivasi untuk mencari learning issue yang mereka butuhkan secara mandiri dan terstruktur, terutama dalam bidang ilmu Konservasi Gigi.

STRUCTURE


TOP