Program Sarjana Kedokteran Gigi


dentistry0341
Ada dua tahap yang harus dilalui setiap mahasiswa untuk mendapatkan gelar sebagai seorang dokter gigi yang boleh berpraktek. Tahap pertama, adalah Program Pendidikan Akademik Kedokteran Gigi yang dilaksanakan dengan pembelajaran aktif menggunakan metode/strategi pembelajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Learning yang lebih menekankan pembelajaran terpusat pada mahasiswa (Student Centered Learning). Kurikulum yang dilaksanakan sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Mahasiswa harus menyelesaikan kurikulum selama 7 semester atau 14 blok (144 SKS), untuk menjadi Sarjana Kedokteran Gigi (SKG). Tahap kedua adalah Program Pendidikan Akademik Profesi

Dokter Gigi dimana lulusan tersebut akan memasuki pendidikan profesi dokter gigi dengan menjalankan kepaniteraan klinik terintegrasi yang berjumlah total 31 SKS.

Program studi kedokteran gigi hanya dibuka pada program pendidikan S1 Reguler dengan kuota jalur masuk 50% dari jalur undangan yaitu SNMPTN, dan 50% dari jalur ujian tulis yaitu SBMPTN dan SIMAK-UI.

Biaya Pendidikan

Biaya pendidikan S1 Reguler dibayarkan sesuai dengan kemampuan penanggung biaya. Skema pembayaran tersebut dinamakan BOP-B (Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan). BOP-B dibayarkan dengan kisaran Rp100.000-7.500.000. Untuk S1 reguler terhitung 2013 sudah tidak dikenakan uang pangkal, hal ini dikarenakan uang pangkal disubsidi oleh pemerintah melalui Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). UI menggunakan Uang Kuliah Tunggal atau UKT sebagai sistem pembayaran dimana mahasiswa membayar biaya satuan pendidikan yang sudah ditetapkan program studi dan tidak dikenakan lagi biaya per-sks.